Skip to main content
Home / Wisata Religi

Wisata Religi


MASJID AGUNG KOTA KEDIRI

Masjid Agung Kota Kediri tepat berada di depan alun-alun Kota. Luas Masjid Agung sebesar 1388,8 m2. Berdasarkan prasasti kayu jati (pertama), tertulis di mahkota yang dipasang diatas joglo masjid lama terukir tahun 1771 M. Dapat diduga bahwa Masjid Agung Kediri dibangun yang pertama kali pada tahun 1771 M. Prasasti kayu jati yang kedua di tulis di mimbar masjid berbunyi : KOLO ADEGIPUN MINBAR MESJID AGENG ING KEDIRI SABTU PAHING, WULAN HAJI KAPING 5, TAHUN ALIF 1261 MIN HIJROTIN NABIYYI MIN MAKKATA ILAL MADINAH. Prasasti ini menjelaskan bahwa mimbar Masjid Agung dibuat dan dipakai setelah fisik masjid ada pada tahun 1261 H atau tahun 1841 M.


GEREJA MERAH

Sejarah pendirian gereja Immanuel Kediri diketahui dari prasasti yang menempel pada dinding sebelah kiri pintu masuk, terbuat dari batu pualam yang bertuliskan huruf latin berbunyi “DE EERSTE STEEN GELEGDDOOR DS.J.A.BROERS 21 DEC 1904 J.V.D DUNGEN GRONOVIUS FECI”. Pada masa Belanda gereja ini terkenal dengan sebutan “KEERKERAAD VAN DE PROLESTANCHE GEMENTE TE KEDIRI”. Bangunan gereja bergaya arsitektur NEO GOTHIK, memiliki impresi ramping dan tinggi.


MAKAM SETONO GEDONG (SYECH WASIL)

Sebelum masa perkembangan Islam di Kediri, Setono Gedong merupakan tempat sesembahan bagi kaum kepercayaan tertentu. Ini dibuktikan dengan keberadaan situs-situs arca yang terdapat disekitar Setono Gedong. Setelah perkembangan Islam di Kediri daerah Setono Gedong menjadi tempat penyebaran agama Islam dengan ditandai dibangunnya Masjid Setono Gedong dan adanya makam tokoh penyebar agama Islam di Kediri, yaitu Syeh Wasil Syamsudin antara tahun 920-929 H atau tahun 1514-1523 M.


MAKAM MBAH BONCOLONO

Makam mbah  Boncolono terletak di kawasan wisata Selomangleng, tepatnya berada di ketinggian puncak bukit (Gunung Mas Kumambang), konon mbah Boncolono seorang yang sakti dan selalu mendermakan hartanya yang didapat dari penjajah Belanda untuk diberikan pada rakyat miskin. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Maling Gentiri.


KLENTENG TRI DARMA TJOE HWIE KIONG

Klenteng Tjoe Hwie Kiong adalah sebuah klenteng Tri Dharma yang terawat dan indah, yang berada Jl. Yos Sudarso No 148, Kediri, Jawa Timur. Kenapa dinamakan Tri Darma, sebab di klenteng ini juga untuk tiga penganut yakni penganut Tao, Budha dan Konghucu. Salah satu buktinya adanya altar Tri Nabi di Klenteng Tri Darma masing-masing berisi arca Lao Tze bagi para penganut Tao dengan lambang Yin Yang. Altar kedua berisi arca Budha Sakyamuni bagi penganut Budha dengan lambang Swastika. Dan yang terakhir adalah arca Nabi Kong Hu Cu bagi penganut Konghucu dengan lambang Genta.



Eksternal Link

Jalan KDP. Slamet No.33, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64114

(0354) 773157

disbudparporakotakediri@gmail.com